Showing posts with label PELAJARAN HIDUP. Show all posts
Showing posts with label PELAJARAN HIDUP. Show all posts

October 30, 2009

KEDAHSYATAN SEDEKAH

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.

Kemudian mereka bertanya, 'Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?'
Allah menjawab, ' Ada , yaitu besi'.
Para malaikat pun kembali bertanya, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?'
Allah menjawab, ' Ada , yaitu api'.
Bertanya kembali para malaikat, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?'.
Allah menjawab, ' Ada , yaitu air'.
'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?' tanya para malaikat.
Allah pun menjawab, ' Ada , yaitu angin'.
Akhirnya para malaikat bertanya lagi, 'Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?'.Allah yang Mahakaya menjawab, ' Ada , yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan knannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya' ."
Subhanallah. ...





October 29, 2009

Ada Apa Dengan Kita?

Saudaraku, saat mobil mewah dan mulus yang kita miliki tergores, goresannya bagai menyayat hati kita. Saat kita kehilangan handphone di tengah jalan, separuh tubuh ini seperti hilang bersama barang kebanggaan kita tersebut. Saat orang mengambil secara paksa uang kita, seolah terampas semua harapan.

Tetapi saudaraku, tak sedikitpun keresahan dalam hati saat kita melakukan perbuatan yang melanggar perintah Allah, kita masih merasa tenang meski terlalu sering melalaikan sholat, kita masih berdiri tegak dan sombong meski tak sedikitpun infak dan shodaqoh tersisihkan dari harta kita, meski disekeliling kita anak-anak yatim menangis menahan lapar. Saudaraku, ada apa dengan kita?

Saudaraku, kata-kata kotor dan dampratan seketika keluar tatkala sebuah mobil yang melaju kencang menciprati pakaian bersih kita. Enggan dan malu kita menggunakan pakaian yang terkena noda tinta meski setitik dan kita akan tanggalkan pakaian-pakaian yang robek, bolong dan menggantinya dengan yang baru.

Tetapi saudaraku, kita tak pernah ambil pusing dengan tumpukan dosa yang mengotori tubuh ini, kita tak pernah merasa malu berjalan meski wajah kita penuh noda kenistaan, kita pun tak pernah tahu bahwa titik-titik hitam terus menyerang hati ini hingga saatnya hati kita begitu pekat, dan kitapun tak pernah mencoba memperbaharuinya. Saudaraku, ada apa dengan kita?

Saudaraku, kita merasa tidak dihormati saat teguran dan sapaan kita tidak didengarkan, hati ini begitu sakit jika orang lain mengindahkan panggilan kita, terkadang kita kecewa saat orang lain tidak mengenali kita meski kita seorang pejabat, pengusahan, kepala pemerintahan, tokoh masyarakat bahkan orang terpandang, kita sangat khawatir kalau-kalau orang membenci kita, dan berat rasanya saat orang-orang meninggalkan kita.

Tetapi juga saudaraku, tidak jarang kita abaikan nasihat orang, begitu sering kita tak mempedulikan panggilan adzan, tak bergetar hati ini saat lantunan ayat-ayat Allah terdengar ditelinga. Dengan segala kealpaan dan kekhilafan, kita tak pernah takut jika Allah Yang Maha Menguasai segalanya membenci kita dan memalingkan wajah-Nya, kita pun tak pernah mau tahu, Baginda Rasulullah mengenali kita atau tidak di Padang Masyhar nanti. Kita juga, tak peduli melihat diri ini jauh dari kumpulan orang-orang sholeh dan beriman.

Saudaraku, tanyakan dalam hati kita masing-masing, ada apa dengan kita? Wallahu a'lam bishshowaab.

October 25, 2009

Tidak Ada Yang Sia-Sia.


Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik.
Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia.
Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin saja anda mengalami
pengalaman buruk yang tak mengenakkan, maka keburukan itu hanya
karena anda melihat dari salah satu sisi mata uang saja. Bila
anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan menemukan
pemandangan yang jauh berbeda.

Anda tidak harus menjadiorang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya
terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu
rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis.

Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir
menuju ke laut. Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali
keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan
tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di samudra, setiap tetes
air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke
pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian
menyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-sumur.
Sebagian kembali ke laut. Adakah sesuatu yang sia-sia dari
setiap tetes air yang anda temui di selokan rumah anda?

October 23, 2009

Keluarga Kini dan Nanti

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah dihadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo’kan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk bercerai karena menyia-nyiakan do’a mereka.

5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah.
Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.

8 .KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%.

9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.
Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.

11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggungjawab apabila
isteri membutuhkan pertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.

15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16.KETIKA ADA PIL(Pria Idaman Lain).
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17.KETIKA ADA WIL (Wanita Idaman Lain)
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga masjid.

19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN
HARMONIS
Gunakanlah formula 6 K
l. Ketaqwaan
2. Kasih sayang
3. Kesetiaan
4. Komunikasi dialogis
5. Keterbukaan
6. Kejujuran

September 16, 2009

FENOMENA 10 MALAM TERAKHIR

Tulisan ini saya buat pada malam ke 27 Ramadhan 1430 H atau tepatnya pada 26 Ramadhan 1430 H. Melalui tulisan ini saya hanya ingin mereview lagi rangkaian 10 malam terakhir di bulan Ramadhan yang ternyata fenomenanya selalu sama di tiap Ramadhan yang telah saya lalui selama ini.
Sebagaimana kita tahu bahwa 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan adalah saat-saat puncak ibadah kita. Bagaimana tidak, menurut beberapa hadist dan para ulama, bahwa pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil terdapat keutamaan Ramadhan yaitu malam Lailatul Qadar atau malam seribu bulan. Di sini sebagai umat muslim, layaknya kita berlomba untuk bisa mendapatkan malam itu melalui amalan dan ibadah kita yang semakin baik. Yaa..misalnya saja Qiyamul Lail di Masjid, Itikaf, memperbanyak Zikir dan berbagai macam ibadah lainnya.

Namun, sangat disayangkan, yang terjadi justru masjid atau musola semakin sepi saja. Contohnya saja musola tempat saya melakukan solat tarawih malam ini..Di bagian ikhwan hanya tinggal 2 shaf. Sedangkan bagian akhwatnya lebih parah lagi..1 shaf! Itu pun tidak sampai 10 orang per shafnya..
Jika kita perhatikan, justru yang ramai adalah tempat-tempat perbelajaan seperti mal, pasar, dan juga fasilitas umum untuk mudik! Bahkan masyarakat rela berdesakan hanya untuk semua itu..Yang ada, setelah melakukan aktivitas yang amat padat itu, malamnya mereka lupa untuk beribadah...Sebenarnya tidak ada yang salah sih..hanya saja kalau kita mau merubah kebiasaan kita itu, justru akan lebih baik. Toh ibadah di dunia adalah bekal untuk akhirat. Yaa mohon maaf kalau kata-kata saya mungin menyinggung atau kurang tepat. Saya hanya ingin berbagi mengingatkan saudara semua sesuai kemampuan saya nelalui tulisan di blog ini. Semoga Ramadhan ini membawa berkah tak terkira bagi kita semua. Dan mari kita menyambut 1 Syawal 1431 H dengan suka cita dan pribadi yang baru, lebih baik dari sebelumnya..Amin..

August 30, 2009

INFORMASI PENERBANGAN GRATIS AL-JENAZAH AIRLINES LAYANAN PENUH 24 JAM

Bila kita akan ‘berangkat” dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah
tempat, dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur
penerbangan, tetapi melalui Al-Qur’an dan Al-Hadist.

Di mana penerbangan bukan dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines,
atau US Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.

Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan kita didunia,
tak lebih, tak kurang.

Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan
tetapi kain kafan putih.

Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.
Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau American, tetapi Al-Islam.
Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi ‘Laailaahaillallah’
Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar
kain yang diwangikan

Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau
Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.

Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani, tetapi
ruang 2×1 meter, gelap gulita.

Di mana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa
apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.

Di mana tidak perlu satpam dan alat detector.
Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah
Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya
atau Neraka Jahannam.

Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu
bimbang.
Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan
masalah alergi atau halal haram makanan.

Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat
waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.
Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, anda telah hilang
selera bersuka ria.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ia telah siap di booking sejak
ruh anda ditiupkan di dalam rahim ibu.

YA…BERITA BAIK !!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda.
Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini.
Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!

Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa ‘Pemberitahuan’ .
Cuma perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk
Penerbangan. …
Saat penerbangan anda berangkat… tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu ‘Alallah,
atau ungkapan selamat jalan.
Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun….
Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.
ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?

‘Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena dengan
kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya. ‘

August 23, 2009

KAMU CANTIK !!!!

Saya cantik nggak sih?
Dulu saya pasti akan bilang: saya tidak cantik, saya mungkin bukan perempuan yang akan dilirik pria manapun.

Secara fisik...kulit saya terlalu sawo matang kalau tidak bisa dibilang hitam, hidung saya terlalu besar, badan saya gemuk, tidak banyak pilihan pakaian untuk saya.... belum lagi gigi yang tidak serapi orang lain....
Dari segi kepintaran, ya standar-lah. Tidak terlalu pintar, meski sudah pasti tidak bodoh. Dari segi harta, saya ini orang yang sederhana...

Setiap berjalan dengan perempuan mana pun, ialah yang akan dilirik, dan saya yang diabaikan. Kecuali bila saya diberi kesempatan bicara, barulah orang mulai memperhatikan saya. Ketika saya bergabung di teater, maka saya adalah orang yang paling sering mendapat peran yang aneh. Kalau ada peran untuk saya, yaa nggak jauh-jauh dari Mbok Emban hahaha...

Hanya saja, karena saya senang berteman dan selalu bersikap baik pada teman saya yang manapun, saya menjadi populer di kalangan teman-teman di masa sekolah dulu. Mereka juga memperhatikan saya karena saya mencukupi kebutuhan sekolah saya dengan menulis...,sesuatu yang pada saat itu mungkin mereka anggap hebat.

Lantas, di mana titik balik itu? Ketika saya pertama kali memakai jilbab tahun 1988!
Kehidupan saya berubah 180 derajat, termasuk pandangan saya mengenai kecantikan.
Tiba-tiba saya tak lagi ingin terpenjara oleh fisik sendiri. Menjaga kebersihan dan keindahan itu sesuatu yang bagus. Tapi membuat diri ini harus putih, berbadan ala gitar spanyol dan tergantung pada make up yang selalu mengoreksi wajah sejati kita, lalu suntik botox, operasi plastik ini itu, susuk....ow. ..tunggu dulu!

"Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk." (QS At Tiin: 4)

Mahasuci Allah yang telah menciptakan setiap orang menjadi pribadi yang unik dan berpotensi dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Fii ahsani taqwiim. Nah bagaimana fii ahsani taqwiim-nya saya? Ya, kulit yang hitam ini (alhamdulillah) , hidung yang besar (alhamdulillah, saya menghirup oksigen jauh lebih banyak dari yang lain! :)). Dan semua bentuk saya, dari ujung rambut hingga ujung kaki...Masya Allah...betapa saya syukuri. Inilah "fii ahsani taqwiim" saya! Sebaik-baik bentuk saya! Lalu...

Ah, bagi saya, kecantikan pada menjadi kata yang tak lagi rumit. It's so simple..., ketika kita makin dekat pada Allah, maka kita akan semakin cantik. Iman dan amal adalah resep cantik yang tak bisa ditawar. Wudhu dan senyuman bahkan menjadi obat anti aging paling top, yang takkan tergantikan :). Selanjutnya. ..ya tetap berusaha untuk lebih enak dilihat, misalnya selalu menjaga kebersihan wajah dan tubuh, menjaga keindahan dengan baju yang selaras, enak dilihat, dan semacamnya. Percayalah pada Allah, sebelum percaya pada diri sendiri!
Dan cantik di mata Allah? Bukankah itu tujuan utama para perempuan sejati?

Saya ingat ketika suami saya datang melamar, "Saya memilih kamu karena karaktermu yang sangat kuat. Perempuan yang cantik, pintar, dan baik itu sangat banyak..., tapi sedikit yang memiliki karakter kuat...." (Waaaah diingat terus kalimat ajaib ini! :))

Jadi?
Mari banyak bersyukur, jadikan ahlak mulia sebagai pakaian utama, dan berprestasilah!
Maka insya Allah...kita akan semakin cantik...:)

Sukses ya!

August 18, 2009

Hikmah Kegagalan

Tuhan, apa Engkau mencoba mengatakan sesuatu kepadaku?

Karena...

Kegagalan bukan berarti aku orang yang gagal

Tapi berarti aku belumlah sukses

Kegagalan bukan berarti aku tidak mencapai apa pun

Tapi berarti aku telah belajar sesuatu

Kegagalan bukan berarti aku orang yang bodoh

Tapi berarti aku memiliki cukup iman untuk diuji

Kegagalan bukan berarti aku orang yang memalukan

Tapi berarti aku telah berani untuk mencoba

Kegagalan bukan berarti aku tidak memilikinya

Tapi berarti aku memiliki sesuatu untuk dilakukan dengan cara yang berbeda

Kegagalan bukan berarti aku lebih rendah dari yang lain

Tapi berarti aku tidaklah sempurna

Kegagalan bukan berarti aku telah menyia-nyiakan hidupku

Tapi berarti aku memiliki alasan untuk memulai lagi

Kegagalan bukan berarti aku harus menyerah

Tapi berarti aku harus berusaha lebih keras lagi

Kegagalan bukan berarti aku tidak akan pernah berhasil

Tapi berarti aku butuh lebih banyak berlatih

Kegagalan bukan berarti Engkau telah meninggalkan aku

Tapi berarti Engkau pasti memiliki rencana yang lebih baik bagiku

To Reflect and To Act

Tulisan ini saya ambil dari sebuah email berbahasa inggris yang dikirim oleh seorang teman..maaf apabila saya kurang tepat dalam menerjemahkannya...

Perbedaan antara negara berkembang (miskin) dan negara maju (kaya) tidak tergantung pada umur negara itu

Contohnya negara India dan Mesir, yang umurnya lebih dari 2000 tahun, tetapi mereka tetap terbelakang (miskin)
Di sisi lain –Singapura, Kanada, Australia & New Zealand– negara yang umurnya kurang dari 150 tahun dalam membangun, saat ini mereka adalah bagian dari negara maju di dunia, dan penduduknya tidak lagi miskin

Ketersediaan sumber daya alam dari suatu negara juga tidak menjamin negara itu menjadi kaya atau miskin


Jepang mempunyai area yang sangat terbatas.
Daratannya, 80% berupa pegunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan pertanian & peternakan

Swiss tidak mempunyai perkebunan coklat tetapi sebagai negara pembuat coklat terbaik di dunia.
Negara Swiss sangat kecil, hanya 11% daratannya yang bisa ditanami.

Para eksekutif dari negara maju yang berkomunikasi dengan temannya dari negara terbelakang akan sependapat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan

Ras atau warna kulit juga bukan faktor penting.
Para imigran yang dinyatakan pemalas di negara asalnya ternyata menjadi sumber daya yang sangat produktif di negara-negara maju/kaya di Eropa

Lalu……. apa perbedaannya?

Perbedaannya adalah pada sikap/perilaku masyarakatnya, yang telah dibentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan.

Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mengikuti/mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut.

Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari
Kejujuran dan integritas
Bertanggung jawab
Hormat pada aturan & hukum masyarakat
Hormat pada hak orang/warga lain
Cinta pada pekerjaan
Berusaha keras untuk menabung & investasi
Mau bekerja keras
Tepat waktu

Di negara terbelakang/miskin/ berkembang, hanya sebagian kecil masyarakatnya mematuhi prinsip dasar kehidupan tersebut

Kita bukan miskin (terbelakang) karena kurang sumber daya alam, atau karena alam yang kejam kepada kita.

Kita terbelakang/lemah/miskin karena perilaku kita yang kurang/tidak baik.
Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi, dan negara.

Jika Anda mencintai negara kita, teruskan pesan ini kepada teman-teman Anda. Biarlah mereka merefleksikan hal ini.
Kita harus mulai dari mana saja. Kita ingin BERUBAH dan BERTINDAK!


MULAIAH PERUBAHAN DARI
HAL YANG KECIL
PADA DIRI SENDIRI
SAAT INI

August 13, 2009

Berhenti Menjadi Gelas

Seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.

“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.

“Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru.
“Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.” Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.
“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.
“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

“Sekarang kau ikut aku” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka.

“Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.” Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya.

“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?”
“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.

Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”

“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum.

“Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah ditakar oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”

Si murid terdiam, mendengarkan.

“Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ”hati” yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”

July 27, 2009

ANTARA TERORISME, DUNIA ISLAM, DAN PESANTREN KHUSUSNYA


Jakarta kembali berguncang! Pasalnya dua bom baru saja meledak di dua hotel sekelas bintang enam. Ya.. JW. Marriot dan The Ritz Carlton di belahan Mega Kuningan Jakarta tapat pada Jumat 17 Juli 2009. Peristiwa itu tentu saja kembali membuat mata dunia kembali menyoroti Indonesia..Bukan karena suatu prestasi yang diraihnya, melainkan Indonesia masih di cap sebagai sarang teroris. Menyedihkan memang apabila bangsa kita ini yang penuh ramah tamah di cap sebagai sarang teroris.

Peristiwa bom yang kembali menjatuhkan nama Indonesia ini memang membawa dampak besar terhadap Indonesia di dunia Internasional. Pasalnya, ketika bom itu meledak, tepat dimana akan berlangsung event internasional di Jakarta. Yaaaa...The Red Devils atau Manchaster United, klub sepak bola asal Inggris, akan berlaga dalam tour asia-nya di Indonesia tepat sehari setelah bom meledak. Terlebih lagi, lokasi terjadinya bom adalah dua hotel yang akan menjadi tempat menginap para pemain Setan Merah dan Tim indonesia All Star..tragis!

Lantas bukan itu saja yang menjadi perhatian kita..Sebagai seorang muslim, saya sungguh prihatin bahwa ternyata masih saja ada sebagian orang yang menilai bahwa terorisme selalu berkaitan dengan Islam, terlebih lagi terhadap dunia santri...dunia pesantren. Tidak tahu kah kawan bahwa Islam kita itu Indah...Islam itu cinta damai. Islam sangat lembut. Tidak pernah mengajarkan kekerasan apalagi membunuh orang dengan cara kejam seperti itu. Tidak pernah kawan....

Dan dunia pesantren bukanlah wadah untuk mencetak para teroris hanya karena rata2 para pelaku bom dan teror itu adalah lulusan pesantren. Mereka hanya dimanfaatkan oleh para pihaak yang tidak bertanggung jawab untuk kemudian di cuci otaknya dengan pemahaman yang salah namun dianggap benar...oleh kalangan mereka. Dunia pesantren memang sangat kental dengan nuansa Islam. Pemahaman terhadap agama pun mendapat porsinya tersendiri dalam kurikulum pesantren. Namun begitu, banyak santri yang terjebak dalam pemahaman yang salah setelah di cuci otaknya oleh para teroris.

Entah apa namanya, yang jelas para teroris ini mungkin saja berkedok Islam. Atas nama Islam, ingin menghancurkan citra Islam itu sendiri. Dan Indonesia, sebagai negara yang berpenduduk mayoritas Islam terbanyak di dunia merupakan saaran empuk bagi para teroris untuk melancarkan aksinya. Kemajemukan bangsa ini benar2 dimanfaatkan oleh para teroris itu.

Yang jelas dan terpenting saat ini bagi kita rakyat Indonesia, baik itu sebagai seorang muslim maupun non-muslim, kita tidak bisa mendeskritkan Islam maupun Dunia Pesantern dengan terorisme. Sekali lagi, segala yang tengah dihadapi oleh bangsa ini mesti kita tanggapi dengan bijak dan bukan mendeskritkan pihak tertentu. Nyatanya ini adalah ancaman global yang perlu ditangani bersama dengan persatuan bukan dengan saling tuduh dan menyudutkan...PEACE...!!