January 04, 2010

WAJARKAH KEJANG DEMAM PADA ANAK ???

Suhu yang meninggi atau demam adalah penyebab yang terbanyak dari kejang pada anak, dijumpai pada kurang lebih 4,8% atau 1 di antara 21 anak, adalah kelainan yang terbanyak di antara semua penyakit saraf anak. Apakah yang disebut kejang demam atau "febrile convulsion" ?

Kejang demam ialah semua bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu di atas 38°C tanpa adanya tanda infeksi di dalam otak atau penyebab lainnya. Kejang demam pada umumnya dianggap tidak berbahaya dan sering tidak menimbulkan gejala ,akan tetapi bila kejang berlangsung lama sehingga menimbulkan hipoksia pada jaringan Susunan Saraf Pusat (SSP), dapat menyebabkan adanya gejala sisa di kemudian hari.

Bila suhu yang meningkat menyebabkan timbulnya bangkitan kejang pada seorang anak yang sehat sama sekali, disebut kejang demam sederhana, dalam hal ini Seorang sarjana yang banyak menyelidiki mengenai kejang demam ini ialah Livingston membuat kriteria-kriteria yang disebutnya sebagai "simple febrile conwlsion" atau kejang demam sederhana.
Kriteria yang dapat digolongkan sebagai kejang demam sederhana ialah:

1. Umur anak ketika kejang antara 6 bulan dan 4 tahun.
2. Kejang berlangsung hanya sebentar saja, tidak lebih dari 15 menit.
3. Kejang bersifat umum.
4. Timbulnya kejang di dalam 16 jam sesudah suhu mulai meningkat.
5. Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang normal.
6. Pemeriksaan EEG yang dibuat sedikitnya 1 minggu sesudah penyakit berlalu tidak menunjukkan kelainan.
7. Frekuensi bangkitan kejang di dalam 1 tahun tidak melebihi 4 kali.


Tetapi selain kejang sederhana Livington juga memiliki kriteria kejang demam yang mengarah kepada epilepsi atau yang biasa disebut "Epilepsy triggered-off by fever" atau epilepsi yang diprovokasi oleh demam, yaitu kejang demam yang tidak memenuhi salah satu atau lebih dari ketujuh kriteria Livingston di atas.
Bagaimanakah kriteria kejang yang dimaksukan oleh Livingstone sebagai kejang yang mengarah kepada epilepsi ??
Akankah anak kita masuk dalam kriteria kejang sederhana atau malah masuk dalam kriteria kejang yang mengarah pada kejang epilepsi ??
Serta bagaimana cara menanggulangi hal tersebut ??
Temukan jawabannya dalam ebook berikut ini.

Download Link Ebook



Mohon diperhatikan bahan ini kami sajikan hanya sebagai referensi dan penambah pengetahuan dalam bidang kesehatan, dan sangat tidak disarankan langsung mencoba pengobatan terutama membeli obat dan mengobati anak tanpa ada bimbingan dari dokter.
Semoga bermanfaat dan semakin memperkaya pengetahuan kita dalam bidang kesehatan.



Comment Back Myspace Comments




January 03, 2010

Ketika Bahan Baik, Tetapi Produk Buruk

Anda gemar mengkonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman? Anda yakin bahwa jenis makanan dan minuman itu sehat??? Ada banyak makanan sehat berubah jadi sumber penyakit ketika dijadikan produk olahan yang dijual massal. Berikut ini di antaranya :

1. Stik Ikan
Untuk membuat stik atau nugget, ikan dicampur dengan 20 macam bumbu dan penyedap. Ini merusak manfaatnya. Padahal ikan sangat sehat karena kadar lemak baiknya sangat tinggi. Sedangkan kandungan lemak jahatnya jauh lebih sedikit dari yang dimiliki daging sapi.

2. Teh Hijau
Karena mengandung antioksidan dan komponen sehat lain, teh hijau diyakini bisa membantu tubuh mencegah kanker, penyakit jantung, dan lainnya. Semua khasiat itu hilang dalam teh "Langsung Glek" yan dijual dalam kotak ataupun botol, karena mengandung sejumlah besar gula dan aditif launnya.

3. Sereal
Sereal yang benar tebuat hanya dari gandum, jagung, beras atau bahan pokok lainnya. Kombinasi kandungan protein, lemak sehat, dan vitamin dalam sereal sulit ditandingi jenis makanan lainnya. Kini sereal asli telah "dibajak" oleh perusahaan makanandengan menambah gula, sirup jagung, garam, hingga pengawet.

4. Yoghurt
Aslinya yoghurt merupakan hasil fermentasi susu. makanan ini mengandung banyak protein, kalsium, dan vitamin, cocok untuk para manula yang mulai sulit mencerna susu dengan baik. Tapi kebanyakan yoghurt disupermarket sebenarnya sejenis eskrim (dairy dessert) yang dicampur gula dan buah olahan.

5. Pizza
Dinegara asalnya, Italia, pizza terbuat dari tepung, tomat, jamur, minyak zaitun, kemangi, dan oregano segar yang mutunya terjaga. Diwarung waralaba, bahan segar diganti hasil pengawetan yang murah atau yang telah berhari-hari masuk lemari pendingin. Mengandung kalori, lemak, dan garam yang sangat tinggi.

6. Roti
Aslinya bahan untuk membuat roti hanya tepung, air, sedikit garam, dan ragi. Tapi dipabrik, supaya enak ke dalam adonan roti ditambahkan gula, sirup jagung, pelembut, dan penyedap lainnya. Akibat begitu disantap dengan cepat makanan itu berubah menjadi gula darah dan memaksa pankreas bekerja extra keras.

7. Berondong Jagung
Jagung mengandung banyak serat, rendah kalori, dan sangat sedikit gula, garam, serta lemak. Itu sebabnya berondong jagung (Pop Corn) mulanya makanan sehat. Tapi semua itu hilang ketika orang mulai menambah banyak gula, garam, lemak, dan berbagai penyedap rasa.

Jadi berhatilah dalam memilih jenis makanan..Mengkonsumsi dalam jumlah yang banyak justru dapat mempengaruhi resiko kesehatan anda..

Source: Majalah TEMPO, 2-8 Februari 2009 dengan perubahan seperlunya.

Comment Back Myspace Comments