January 12, 2010

Hindari Caesar, Konsumsi Vitamin D

Anda seorang wanita hamil? Atau memiliki anak, istri, saudara, rekan yang sedang hamil? Tentunya bagi calon ibu manapun menginginkan persalinan yang normal tanpa operasi bukan? Seperti yang telah kita ketahui, seorang wanita hamil harus mendapatkan asupan asam folat dan kalsium yang cukup dalam masa kehamilannya.Tapi tidak hanya itu saja tentunya...
Menurut hasil studi yang termuat dalan Journal Of Clinical Endocrinology & Metabolism menunjukkan bahwa calon ibu juga sangat dianjurkan utuk mengkonsumsi vitamin D. Menurut para peneliti, wanita yang tidak mendapat asupan vitamin D yang cukup, berpeluang empat kali lebih besar untuk menjalani persalinan secara caesar.

Menurut Michael Holick, M.D, Ph., salah satu peneliti, kekurangan vitamin D seringkali dikaitkan dengan melemahnya otot-otot. Berarti, wanita yang mengalami kekurangan vitamin D mungkin tidak akan memiliki otot-otot panggul yang cukup untuk kontraksi. Mereka juga sulit mendorong bayi saat menjalin persalinan normal, sehingga harus dilakukan operasi caesar. Operasi caesar tidak di sukai oleh para calon ibu. Bukan hanya karena waktu pemulihannya lebih lama tetapi juga membuat bayi beresiko mengalami kesulitan napas. Untul itu, jika saat ini anda sedang menantikan si buah hati, pastikan anda mengkonsumsi 1000IU (international unit)vitamin D setiap harinya.

Comment Back Myspace Comments



January 05, 2010

Cara Mengetes Apakah Jantung Anda Tetap Sehat



Texas, Untuk mengetahui kerja jantung masih bagus atau tidak, peneliti punya tips mudah yaitu cukup dengan menyentuh ujung jari kaki. Jika tubuh Anda masih fleksibel untuk meraih jari kaki, berarti jantung Anda masih cukup sehat.

Dalam jurnal Heart and Circulatory Physiologydisebutkan bahwa dengan mengetes salah satu elemen tubuh (jari kaki), seseorang bisa tahu jantungnya masih sehat atau tidak, bahkan di tengah-tengah liburan sekalipun.

Caranya mudah, cukup dengan duduk di lantai dengan kaki diluruskan ke depan dan jari kaki mengarah ke atas. Setelah itu cobalah menjangkau dan menyentuh ujung jari kaki dengan tangan. Jika Anda cukup fleksibel untuk menyentuh jari kaki artinya jantung Anda masih sehat dan fleksibel juga.

Dalam studinya, peneliti dari University of North Texas dan beberapa peneliti Jepang merekrut 526 partisipan antara umur 20 hingga 83 tahun. Partisipan kemudian mengikuti tes fleksibilitas tubuh sambil diukur tekanan darah, pembuluh arteri dan aktivitas jantungnya.

Hasilnya, peneliti menemukan korelasi antara tubuh yang tidak fleksibel dengan pembuluh arteri yang tidak fleksibel, terutama pada partisipan di atas umur 40 tahun.

Mereka yang gagal dalam tes fleksibilitas tubuh dan gagal mencapai ujung jari kaki ternyata memiliki pembuluh darah yang kaku, dan artinya kemampuan jantung menjadi kurang baik, efisien dan risiko penyakit jantung pun meningkat.

Peneliti Jepang Dr Yamamoto mengatakan, meski teori antara hubungan otot punggung dan kaki dengan otot di dekat jantung masih samar-samar, tapi dengan adanya studi ini cukup membantu.

Kekakuan otot punggung, kaki dan pembuluh jantung yang saling berhubungan tersebut dikarenakan komposisi kolagennya yang sama.

"Jika Anda bisa menyentuh jari kaki saat duduk lurus, jantung Anda berarti masih cukup baik. Tapi jika tidak bisa, mungkin Anda perlu mendatangi kardiolog," ujar Dr Yamamoto, seorang peneliti Jepang seperti dikutip dari New York Times, Minggu (27/12/2009) .

Namun Yamamoto menyebutkan tidak selamanya otot kaku adalah pertanda penyakit jantung, hanya mungkin jantungnya kurang fit dan sehat saja dari yang seharusnya.

Comment Back Myspace Comments