November 20, 2009

Bahaya Lampu Neon



Selama ini pemerintah kurang mensosialisasikan bahaya lampu TL atau yang sering kita sebut lampu “neon”. Masalahnya lampu hemat energi yang selama ini digalakkan oleh pemerintah tidak dibarengi oleh informasi penting mengenai bagaimana mengelola limbah lampu TL. Padahal setidaknya sekali dalam setahun kita mengganti lampu TL di rumah kita, apakah itu karena sudah rusak (akibat bocor) atau karena pecah (nah ini lebih berbahaya) .....

Lampu TL mengandung sampai 5 miligram MERCURY (dalam bentuk uap atau bubuk).Uap raksa ini menkonversi energi listrik menjadi cahaya ultraviolet sehingga substansi fosfor pada tabung menjadi berpendar.

Inilah bedanya lampu pijar dan lampu TL kalau lampu pijar (bohlam) menyala karena adanya tahanan di kumparan tungstennya tetapi kalau lampu TL itu menyala karena BERPENDAR. Beda lo antara PIJAR dan BERPENDAR? untuk berpendar hanya membutuhkan sedikit energi, makanya lampu TL wattnya kecil.

Sudah tahu dong kalau beberapa miligram Mercury/ Uap Raksa saja bisa meracuni metabolisme tubuh manusia, apalagi bila terkespos pada anak-anak bisa menurunkan IQ dan berdampak panjang pada usia lanjut. Uap raksa ini adalah neurotoksin/ racun yang sangat berbahaya dan berakibat fatal pada otak dan ginjal :ngeri

Pemerintah Amerika beragumen penggunaan lampu TL dapat menghemat energi 2/3 pembangkit listriknya. Cukup signifikan memang dibanding dengan penggunaan lampu pijar yang menkonsumsi banyak daya. Lampu TL sampai saat ini masih menggunakan Mercury karena memang belum ada pengganti sebaik mercury


Sekarang bagaimana bila kita tidak sengaja memecahkan lampu TL dalam suatu ruangan? berikut ada beberapa langkah yang diadopsi oleh EPA (Agen Lingkungan Amerika):

1. Sebelum membersihkan buka semua ventilasi ruangan (jendela, pintu) dan tinggalkan ruangan paling tidak 15 menit.
2. Matikan semua sistem ventilasi yang menggunakan kipas termasuk AC.
3. Bila lampu pecah di permukaan seperti lantai, ambilah pecahan kaca menggunakan kertas yang agak kaku atau karton dan tempatkan di kantong plastik.
4. Gunakan selotip atau isolasi untuk mengambil sisa2 remah2 kaca.
5. Seka lantai dengan lap basah dan buang di kantong plastik. Jangan sekali2 menggunakan sapu atau vacuum cleaner untuk membersihkan pecahan kaca, karena akan memperluas sebaran debu serbuk merkuri. Segera buang kantong plastik yang tutup rapat dengan membuangnya sejauh mungkin. (Kalo diluar negeri pembuangan sampah khususnya limbah lampu TL diatur secara ketat, bahkan ada recyling center khusus lampu TL ini)
6. Cuci tangan anda.

Semoga setelah kita mengetahui apa yang seharusnya diketahui kirta menjadi semakin waspada dan berhati-hati untuk menjaga kesehatan kita, kita bukannya mengkreditkan atau mengucilkan lampu neon dan mempromosikan lampu pijar tetapi hanya sharing ilmu sehingga kita dapat lebih berhati-hati dalam memperlakukan limbah lampu neon ini terutama yang telah pecah.

seperti kata pepatah semakin tinggi pohon maka akan semakin kuat tiupan anginnya, negitu juga semakin tinggi teknologi maka akan semakin besar efek yang ditimbulkannya, mungkin bila dari pembaca ada yang ingin sharing tentang pengalamannya silakan.




No comments:

Post a Comment

Post a Comment