August 04, 2009

Hakikat Cinta Kasih

Cinta , boleh jadi merupakan suatu istilah yang sulit untuk dibatasi secara jelas . Kendatipun demikian , sulit juga untuk diingkari bahwa cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup fundamental. Begitu fundamentalnya sampai-sampai membawa Victor Hago, seorang pujangga terkenal, kepada satu kesimpulan : bahwa mati tanpa cinta sama halnya dengan mati dengan penuh dosa.

Secara sederhana cinta bisa dikatakan sebagai paduan rasa simpati antara dua makhluk. Rasa simpati ini tidak hanya berkembang di antara pria dan wanita, akan tetapi bisa juga di antara pria dengan pria atau wanita dengan wanita. Contoh yang mudah dimengerti untuk ini dapat kita lihat pada hubungan cinta kasih antara seorang ayah dengan anak laki-lakinya, atau antara seorang ibu dengan anak gadisnya.

Cinta menang sangat erat terpaut dengan kehidupan manusia. Tidak pernah selintas pun orang berpikir bahwa cinta itu tidak penting. Mereka haus akan cinta. Banyak orang tidak henti-hentinya menonton film tentang kisah cinta, baik yang berakhir dengan bahagia ataupun yang sebaliknya. Banyak orang suka mendengarkan berpuluh-puluh lagu yang bermotif tentang cinta. Kendatipun demikian, hampir setiap orang tidak pernah berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu. Padahal, cinta bisa diibaratkan sebagai suatu seni yang sebagaimana bentuk seni lainnya, sangat memerlukan pengetahuan dan latihan untuk bisa menggapainya.

Sampai dengan sekarang ini masih banyak orang yang beranggapan bahwa cinta itu tidak lebih dari sekedar perasaan menyenagkan yang untuk mengalaminya orang harus terjatuh ke dalamnya. Sikap semacam itu pada hakikatnya berdasar pada pendapat-pendapat berikut ini, baik secara sendiri-sendiri ataupun bersama-sama.

Yang pertama, banyak orang melihat masalah cinta ini pertama-tama sebagai masalah dicintai dan bukan masalah mencintai, yaitu masalah kemampuan orang untuk mencintai. Pendapat semacam ini akan mendorong manusia untuk selalu mempermasalahkan bagaimana supaya ia dicintai, atau bagaimana supaya ia menarik orang lain. Dan untuk mengejar tujuan ini umumnya orang menempuh beberapa jalan. Yang laki-laki biasanya akan berusaha untuk menjadi sukses, berkuasa dan kaya sejauh dimungkinkan oleh batas-batas kedudukan sosialnya, sementara yang wanita biasanya, berusaha membuat dirinya lebih menarik, lebih cantik, lebih merangsang dan lain sebagainya. Selain itu, cara yang dianggap bisa menarik orang lain adalah dengan memumpuk tingkah laku yang menyenangkan, menyuguhkan tutur kata yang menarik, suka menolong, sopan, dan tindakan-tindakan lain yang bersifat tidak menganggu orang lain.

Cinta adalah suatu kegiatan, dan bukan merupakan pengaruh yang pasif. Secara demikian bisa pula dikatakan bahwa salah satu esensi dari cinta adalah adanya kreativitas dalam diri seseorang. Atau lebih tegas lagi bisa dikatakan, bahwa cinta itu terutama terletak pada aspek memberi dan bukan menerima..Cintailah Cinta...

No comments:

Post a Comment

Post a Comment